Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin dengan Karburator

Motor/ mesin  dengan teknologi injeksi memang lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Penyebabnya, sistem injeksi lebih presisi mengatur bensin dibandingkan dengan karburator. Dengan demikian, lebih baik untuk efisiensi bahan bakar, dan menekan polusi gas buang kendaraan bermotor

Efisiensi isi silinder


    Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin dengan Karburator
    Motor dengan sistem injeksi memakai banyak injektor akan memungkinkan
    pembuatan saluran masuk dengan diameter lebih besar dan panjang serta sama setiap silindernya.
    Hal ini menguntungkan, karena udara yang dihisap untuk semua silinder lebih baik dan merata.

    Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin dengan Karburator

    Gambar A memperlihatkan motor 4 silinder 1 karburator, panjang saluran masuk tidak sama,

    akibatnya pengisian tiap silinder agak kurang merata.


    Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin dengan Karburator







    Perbaikan dapat dilakukan seperti gambar B. Motor, 6 silinder model V dengan 3 karburator Ganda
    (Dobel), menghasilkan diameter dan panjang saluran masuk menjadi sama.
    Tapi penyetelan putaran idel pada masing – masing karburator,
    dan mekanisme pengerak katub gas lebih rumit.
    • Daya Maksimum & Momen Putar
    Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin dengan Karburator

    Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih besar, ini disebabkan karena konstruksi saluran masuk, saluran gas buang, tekanan kompresi dan lain – lain, dibuat berbeda dengan motor karburator.
    Itu juga berarti pada sistem injeksi bensin momen putar dapat sedikit diperbesar. Karena campuran bensin / udara lebih baik pada putaran rendah bahan bakar lebih hemat.
    Bila konstruksi – konstruksi di atas pada motor karburator juga diperbaiki maka daya maksimum dan momen putar yang dihasilkan sama dengan motor injeksi bensin.

    Pertanyaan : apa kelemahan utama sistem injeksi ?
    • Harga lebih mahal/ relatif.
    • Perbaikan lebih sulit  
    • Sistem injeksi yang memakai unit kontrol elektronika, kerusakan kecil pada kelistrikan dapat mengakibatkan motor mati.
    • Alternator lebih besar ( 20 A ).
    • Sensitif terhadap kotoran dan air dalam sistem.

    Kelemahan sistem injeksi, sudah dibilang hampir tidak ada lagi, pabrikan motor sudah tidak ada lagi yang mengeluarkan karburator. Seperti sistem kontak platina yang digantikan oleh CDI, kita sudah memasuki era EFI dan meninggalkan karburator menjadi barang antik. Malah saya ada rencana memodifikasi semua motor klasik yang saya miliki dengan injeksi, biar topcer dan beda dengan yang lain.

    Di dunia balap juga sudah mengandalkan sistem injeksi, karena lebih fleksibel untuk dioprek, dan tenaganya lebih besar. Jika overbore, overstroke atau keduanya maka injeksi bisa dengan mudah melayani debit bbm yang naik. Tidak ada alasan lagi mekanik tidak mengerti sistem injeksi, bahkan masyarakat umum sekalipun. Jika memang masih kurang memahami sistem injeksi, kami sarankan anda berinvestasi mempelajari sistem injeksi.

    Kesimpulan : Pada akhirnya semua akan menggunakan sistem injeksi baik untuk mobil maupun sepeda motor. Sistem injeksi modern sudah sangat efisien dan mudah dirawat.
    Liam Hillman
    Liam Hillman Siaga Virus Corona

    Berlangganan via Email