Alat Peraga Otomotif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan kurikulum 2013


Beri Judul Anda Sendiri
Format berantakan, silahkan di edit sendiri 😂

Nama Sekolah                 :  SMKN 1
Guru mata pelajaran       :  BangLuq.com
NIP                                 :  BangLuq.com
Mata Pelajaran                :  Memperbaiki Sistem Starter
Katagori                          :  Alat Praktikum  katagori komplek


PENDAHULUAN

Pembelajaran yang efektif seyogyanya menggunakan alat peraga/praktikum. Namun kebanyakan sekolah masih merasakan akan kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Alat Peraga/praktikum masih cukup sulit didapatkan. Seandainya ada pun juga belum tentu sesuai dengan pokok bahasan yang sedang dibahas.
Jalan keluar yang sangat rasional dan realistis adalah membuat alat peraga sendiri walaupun itu mungkin sangat sederhana. Dengan membuat alat praktikum guru dapat lebih tepat dan efektif dalam menggunakannya. Alat Peraga praktikum yang dibuat oleh guru sendiri mempunyai beberapa keuntangan, sebagai berikut:
  1. Guru dapat menggunakan alat peraga praktikum tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan, sehingga penggunaan alat peraga lebih pas karena yang menggunakan adalah si pembuatnya sendiri.
  2. Sekolah tidak akan pernah kekurangan alat peraga/praktikum karena guru dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya.
  3. Biaya untuk pengadaan alat peraga praktikumrelatif terjangkau
  DESKRIPSI ALAT PERAGA
1.Prinsip Kerja Motor Stater
Motor starter bekerja dengan mengandalkan pada pembentuk medan magnit yang dihasilkan dari aliran listrik (Elektro magnit). Untuk menghasilkan medan magnit yang kuat memerlukan sejumlah gulungan.
Dua komponen motor stater yang memiliki sejumlah gulungan yang dimaksud adalah armature dan field coil. Bila penghantar yang dialiri arus ditempatkan diantara dua kutub magnit maka akan timbul reaksi diantara dua medan magnit tersebut.
Garis gaya magnit akan saling mempengaruhi sehingga akan menghasilkan tekanan medan magnit yang kuat pada satu sisi penghantar dan akan terjadi tekanan medan magnit yang lemah pada sisi lainnya. Garis gaya magnit pada sisi sebelah kiri penghantar yang melengkung  mencoba untuk menjadi lurus dan akibatnya timbul gaya dorong untuk menggerakkan penghantar ke kanan.  Apabila aliran arus pada penghantar bertambah maka akan terbentuk garis gaya lebih banyak dan gaya untuk mendorong penghantar akan lebih besar..Dg demikian menyebabkan penghantar berputar.
2.Cara Kerja Motor Stater
a.    Kunci kontak pada posisi “START”
Bila kunci kontak diputar pada posisi “START”, terminal 50 akan mengalirkan arus listrik dari batere ke hold-in dan pull-in coil. Dari pull-in coil kemudian arus mengalir ke field coil dan armature coil melalui terminal C. Pada titik ini, penurunan tegangan pada pull-in coil mempertahankan aliran arus yang mengalir pada bagian motor (field coil dan armature) kecil, sehingga motor berputar dengan putaran lambat. Pada saat yang bersamaan medan magnit yang dibangkitkan oleh hold-in dan pull-in coil menarik plunger ke kanan melawan pegas pengembali. Gerakan ini menyebabkan pinion gear terdorong ke kiri dan berkaitan dengan ring gear. Kecepatan putar motor yang lambat akan membuat perkaitan gigi menjadi lembut.
Alur spiral membantu perkaitan pinion dan ring gear menjadi lebih lembut.
b.    Pinion gear dengan ring gear berkaitan
Bila magnetic switch dan ulir spiral mendorong pinion gear pada posisi dimana berkaitan penuh dengan ring gear, contact plate yang tersentuh ujung plunger membuat main relay ON dengan menghubungkan terminal 30 dan C. Akibat hubungan ini maka arus yang mengalir ke motor menjadi lebih besar dan menyebabkan motor berputar dengan momen yang lebih besar. Alur spiral memperkuat perkaitan pinion gear dengan ring gear. Pada saat itu tegangan pada kedua ujung pull-in coil menjadi sama sehingga arus tidak lagi mengalir pada kumparan ini, oleh karena itu plunger ditahan pada posisinya dengan gaya magnit yang dihasilkan oleh hold-in coil.
c.    Kunci kontak pada posisi “ON”
Bila kunci kontak dikembalikan ke posisi ON dari posisi START, maka tegangan yang diberikan ke terminal 50 akan terputus. Main switch tetap tertutup tetapi sebagian arus mengalir dari terminal C ke hold-in coil melalui pull-in coil. Dengan mengalirnya arus melalui hold-in coil dengan arah yang sama seperti pada saat kunci kontak diposisikan pada START, ini akan membangkitkan medan magnit yang menarik plunger.
Pada pull-in coil arus mengalir dengan arah yang berlawanan, dan membangkitkan medan magnit yang akan mengembalikan plunger ke posisinya semula.
          Medan magnit yang terjadi pada kedua kumparan tersebut akan saling meniadakan, sehingga plunger akan tertarik mundur kembali oleh pegas pembalik. Dengan demikian, maka arus besar yang diberikan ke motor akan terputus bersamaan dengan itu pula plunger akan memutuskan hubungan pinion gear dengan ring gear.

3.  Gambar wiring kelistrikan Sistim Starter

komponen motor starter selenoid yoke





  KOMPONEN MOTOR STARTER
a.    Selenoid/ magnetic Switch
Mendorong pinion gear agar dapat berhubungan dengan fly wheel
Memungkinkan arus yang besar dari baterai mengalir ke motor starter
b.    Yoke :   untuk menopang pole core
c.    Pole core  : untuk menopang field dan memperkuat medan magnet
d.    Field coil  : untuk membangkitkan medan magnet
e.    Armature : Untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik ( gerak putar )
f.     Brush     : untuk meneruskan aliran arus dari field coil ke armature. Sikat yang berhubungan dengan field coil merupakan sikat positif dan pada dudukan      sikatnya diberi isolasi supaya tidak terjadi hubungan aliran arus langsung ke ground. Brush negatif untuk meneruskan arus dari armature koil ke massa
g.    Starter clutch ( overrunning clutch : Meneruskan putaran armature ke ring gear flywheel. Mencegah terjadinya perpindahan putaran dari mesin ke armature

komponen starter clutch


    
                                                                                                             
mekanisme motor starter berwarna

 FOTO TRAINER ALAT PERAGA MOTOR STARTER
trainer sistem yang sudah jadi




FOTO TRAINER ALAT PERAGA MOTOR STARTER

peraga motor starter siap untuk pembelajaran



Kota,    Oktober 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran




Kepsek                                                    BangLuq.com
NIP KEPSEK                                       NIP. BangLuq.com                                                   








                                                






‘’ALAT PRAKTIKUM  KELISTRIKAN BODY“


Nama Sekolah                 :   SMK 1
Guru mata pelajaran       :  BangLuq
NIP                                 :  BangLuq.com
Mata Pelajaran                :  Memperbaiki sistem Kelistrikan Body
Katagori                          :  Alat Praktikum  katagori komplek


A.   PENDAHULUAN

Pembelajaran yang efektif seyogyanya menggunakan alat peraga/praktikum. Namun kebanyakan sekolah masih merasakan akan kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Alat Peraga/praktikum masih cukup sulit didapatkan. Seandainya ada pun juga belum tentu sesuai dengan pokok bahasan yang sedang dibahas.
Jalan keluar yang sangat rasional dan realistis adalah membuat alat peraga sendiri walaupun itu mungkin sangat sederhana. Dengan membuat alat praktikum guru dapat lebih tepat dan efektif dalam menggunakannya. Alat Peraga praktikum yang dibuat oleh guru sendiri mempunyai beberapa keuntangan, sebagai berikut:
1.    Guru dapat menggunakan alat peraga praktikum tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan, sehingga penggunaan alat peraga lebih pas karena yang menggunakan adalah si pembuatnya sendiri.
2.    Sekolah tidak akan pernah kekurangan alat peraga/praktikum karena guru dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya.
3.    Biaya untuk pengadaan alat peraga praktikumrelatif terjangkau.

B.   DISKRIPSI ALAT PERAGA

Sistem kelistrikan pada mobil terbagi atas sistem kelistrikan bodi dan sistem kelistrikan mesin. Pada sistem kelistrikan bodi meliputi: Lampu-lampu penerangan, lampu tanda belok, aksesoris dan lain-lain, sedangkan pada sistem kelistrikan mesin meliputi: sistem starter, sistem pengisian dan sistem pengapian.  Dengan dibuatnya  unit praktek kelistrikan pada mobil toyota kijang 5 K, diharapkan siswa  dapat mendeteksi dalam penggunaan kelistrikan pada mobil baik perawatan dan perbaikannya. Teknologi yang berkembang sangat pesat sehingga diperlukan sumber daya manusia yang handal dan mampu menangani segala macam keadaan dan situasi yang ada.


Spesifikasi :

Rangka       : - as kotak sambungan las listrik
Body           : kayu, kayu
  Parts                   :  Lampu Kepala, Lampu Sein Depan-Belakang, Lampu Kota Depan-Belakang,
             Lampu Stop, Lampu Mundur, Flasher, Relay, Klakson, Ignition Switch, Fuse, Battery

Kelengkapan : kabel dengan jack warna hitam dan merah

-  Baterai

Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah DC (Dirrect Current) pada sistem kelistrikan otomotif. Umumnya baterai yang digunakan sebagai sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan kapasitasnya berkisar 40–70 AH (Ampere Hour).

Baterai mempunyai 2 kutub, yaitu kutub (+) dan kutub (-). Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-) atau minus diberi kode 31.

-  Kunci Kontak (Switch)

Kelistrikan otomotif pada mobil menggunakan kunci kontak (Ignition Swtch) sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan dengan sumber tenaga (baterai).
Kunci kontak mempunyai beberapa posisi, yaitu ;
Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
ACC : terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan accecoris
ON / IG : terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
START : untuk start

- Saklar

Saklar dapat dioperasikan dengan cara menekan dan melepas atau menarik dan melepas sehingga kontak gerak akan berpindah dari 56a ke 56b atau sebaliknya. Bila saklar tersebut mempunyai 3 posisi berhenti, pada posisi tidak ditarik (posisi 0), tidak ada kontak yang berhubungan dengan 30 (+ baterai). Bila ditarik 2 kali (posisi 2), kontak 30 (+ Baterai) akan berhubungan dengan 56 (ke saklar dim).

- Sekring (fuse)

Sekring adalah suatu komponen kelistrikan yang berfungsi untuk membatasi beban arus yang berlebihan. Selain itu, untuk menghindari terjadinya kerusakan pada rangkaian saat terjadi konsleting atau hubungan singkat. Dengan adanya sekring (fuse) rangkaian kelistrikan, bola lampu, kabel-kabel, relay, fleser, dan yang lainnya tidak akan rusak bila terjadi kelebihan arus atau terjadi hubungan singkat karena sekring akan putus terlebih dahulu. Jenis sekring ada bermacam-macam, baik bentuk (konstruksi) maupun jenis filamennya.

 - Pengedip (Flaser)
Pengedip (flaser) digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara otomatis pada rangkaian lampu tanda belok sehingga lampu akan berkedip. Jenis pengedip (flaser) ada dua, yaitu jenis bimetal dan magnet





-  Relay

Relay adalah saklar elektrik yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya, bila dialiri arus listrik, kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin tertarik dan terhubung. Ada dua jenis relay, yaitu relay bila dialiri arus listrik kontak poin akan terhubung dan relay bila dialiri arus listrik akan terputus.

-  Kabel Penghubung

Kabel adalah suatu komponen yang digunakan untuk menghubungkan komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terbuat dari tembaga dan diberi isolasi supaya tidak terjadi konseleting. Diameter kabel terdiri atas berbagai ukuran. Penggunaan kabel berbeda-beda ukurannya, bergantung pada berapa besar arus yang mengalir. Bila arus yang mengalir besar, berarti harus menggunakan kabel yang berdiameter besar, tetapi bila arus yang mengalir kecil, cukup menggunakan kabel yang berdiameter kecil.




peraga kelistrikan body siap untuk pembelajaran smk kurikulum 2013






Kota,    Oktober 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran




Kepsek                                                                     BangLuq.com
NIP KEPSEK                                                              NIP.BangLuq.com        















‘’ALAT PRAKTIKUM IGNITION SYSTEM“


Nama Sekolah                 :   SMK 1
Guru mata pelajaran       :  BangLuq.com
NIP                                 : 
Mata Pelajaran                :  Memperbaiki Sistem Pengapian/ Ignition System
Katagori                          :  Alat Praktikum  katagori komplek


PENDAHULUAN

Pembelajaran yang efektif seyogyanya menggunakan alat peraga/praktikum. Namun kebanyakan sekolah masih merasakan akan kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Alat Peraga/praktikum masih cukup sulit didapatkan. Seandainya ada pun juga belum tentu sesuai dengan pokok bahasan yang sedang dibahas.
Jalan keluar yang sangat rasional dan realistis adalah membuat alat peraga sendiri walaupun itu mungkin sangat sederhana. Dengan membuat alat praktikum guru dapat lebih tepat dan efektif dalam menggunakannya. Alat Peraga praktikum yang dibuat oleh guru sendiri mempunyai beberapa keuntangan, sebagai berikut:
1.    Guru dapat menggunakan alat peraga praktikum tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan, sehingga penggunaan alat peraga lebih pas karena yang menggunakan adalah si pembuatnya sendiri.
2.    Sekolah tidak akan pernah kekurangan alat peraga/praktikum karena guru dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya.
3.    Biaya untuk pengadaan alat peraga praktikumrelatif terjangkau
.





DISKRIPSI ALAT PERAGA

  • Komponen Sistem Pengapian Konpensional :  (Lihat Modul )




Baterai
Kegunaan :
Sebagai penyedia atau sumber arus listrik




Kunci kontak
Kegunaan :
Menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari baterai ke sirkuit primer



Koil
Kegunaan :
Mentransformasikan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi
( 5000 – 25.000 Volt )




siap kurikulum 2013 rpp silabus peraga





Kota,    Oktober 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran




Kepsek                                                                     BangLuq.com
 NIP KEPSEK                                                               NIP.BangLuq.com      












0 Response to "Alat Peraga Otomotif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan kurikulum 2013"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel