Arti Kata LOCKDOWN Dan Hubungannnya Dengan Covid-19

ngerapek

Lockdown adalah kata benda dalam bahasa inggris, yang artinya sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan/area bebas karena suatu keadaan darurat.

Contoh:
Ketika Covid-19 menyebar dari satu negara ke negara, kota ke kota, biaya manusia dan ekonomi meningkat dari hari ke hari, Italia akhirnya me-lockdown seluruh wilayahnya.
Seluruh warga tidak boleh keluar rumah tanpa ijin dari pemerintah. Jika melanggar akan terkena denda yang besar. Pemerintah membantu kelangsungan hidup warganya yang disebabkan oleh lockdown ini.

Update: Italia akan Menembak siapapun yang melanggar aturan lockdown.

Beberapa Negara seperti India, Russia, Saudi Arabia dan  daerah di Indonesai seperti tegal ssudah me-lockdown daerahnya, tetapi Indonesia sendiri belum, #rapopo #ngerapek

Penyakit yang dilaporkan telah berkisar dari gejala ringan hingga penyakit parah dan kematian untuk kasus penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang sudah dikonfirmasi.

Gejala-gejala berikut mungkin muncul 2-14 hari setelah paparan/ terjangkit.

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas

Memang Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan kebijakan Lockdown, termasuk wilayah regional. Total kasus resmi kadang-kadang tidak mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Setiap negara sebenarnya memiliki lebih banyak kasus daripada yang dapat dideteksi melalui tes laboratorium. Dan kekurangan alat uji di beberapa negara, seperti Indonesia dan Amerika Serikat, dan kurang terbukanya beberapa negara lain, seperti Mesir, bisa jadi sebenarnya sudah terjadi wabah.

Wabah sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menyebabkan 95.333 kasus yang telah dikonfirmasi pada 5 Maret 2020. Memahami gejala awal infeksi dan mengevaluasi efektivitas langkah-langkah pengendalian penyebaran sangat penting untuk mencegah semakin luasnya wabah ini di tanah air kita.

Berdasarkan bukti yang ada, anak-anak tampaknya tidak begitu berisiko ditulari COVID-19 daripada orang dewasa. Memang ada anak-anak dan bayi sakit dengan COVID-19,tapi  orang dewasa angkanya jauh lebih tinggi. Kita dapat membimbing anak-anak untuk membantu menghentikan penyebaran COVID-19 ini dengan mengajarkan mereka untuk melakukan hal-hal yang sehat (yang sebetulnya nggak harus nunggu virus corona), seperti: Membersihkan tangan sering menggunakan sabun dan air atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, hindari orang yang sakit (batuk dan bersin), bersihkan dan semprot dengan cairan desinfeksi permukaan/ benda yang sering kontak dengan manusia setiap hari di area rumah tangga (misal: Meja, kursi, gagang pintu, sakelar lampu, remote, gagang, meja, toilet, wastafel, dll). Mencuci barang termasuk mainan yang bisa dicuci sesuai dengan instruksi dari pabriknya. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda menggunakan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Ok sebelum kita jadi mis informasi tentang anak-anak, corona virus, covid-19, saya ulang lagi virus corona sangat berbahaya, virus ini bisa menjangking atau menempel ke anak-anak, dari data-data virus ini sebagian tidak menimbulkan penyakit covid-19, atau mereka sepertinya lebih kebal, karena memang anak-anak secar umum lebih sehat dari pada orang dewasa. Namun kita tidak boleh mengambil resiko konyol. Untuk anak-anak, mereka juga perlu di edukasi tentang virus korona ini.

Tiga kelompok virus corona "baru" menyebar di seluruh dunia, menurut analisis dari 103 kasus . Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia bersikeras bahwa "tidak ada bukti bahwa virus telah bermutasi". Jadi berapa banyak strain di sana, dan mengapa itu penting?

Virus selalu bermutasi, terutama virus RNA seperti ini, coronavirus SARS-CoV-2 . Ketika seseorang terinfeksi dengan coronavirus, virus itu hidup di saluran pernapasannya. Setiap kali virus ini menginfeksi, maka kemungkinan terjadi mutasi genetik ala virus.

Ketika Xiaolu Tang di Universitas Peking di Beijing dan rekannya mempelajari genom virus yang diambil dari 103 kasus, mereka menemukan mutasi umum di dua lokasi pada genom. Tim mengidentifikasi dua jenis virus berdasarkan perbedaan dalam genom di dua wilayah ini: 72 dianggap sebagai "tipe-L" dan 29 dikelompokkan "tipe-S".

Analisis terpisah oleh tim menunjukkan bahwa tipe-L berasal dari tipe-S yang lebih tua. Strain pertama kemungkinan telah muncul sekitar waktu virus berpindah dari hewan ke manusia . Yang "kedua" timbul setelah virus berhasil merubah dirinya untuk hidup di tubuh manusia. Keduanya terlibat dalam wabah global saat ini. Fakta bahwa tipe-L lebih lazim menunjukkan bahwa itu "lebih agresif" daripada tipe-S, kata tim.

Tampaknya ada dua strain yang berbeda, tipe L mungkin lebih agresif dalam mentransmisikan dirinya, tetapi kami belum tahu bagaimana perubahan genetik yang mendasarinya akan berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit.  Bisa jadi tipe S inilah yang sempat menjangkit pada jamaah haji beberapa tahun yang lalu, sedangkan untuk covid-19 adalah tipe L dan juga S.

Sangat penting untuk mengetahui berapa banyak jenis virus yang ada. Di seluruh dunia, banyak kelompok bekerja pada vaksin untuk virus . Vaksin apa pun perlu menargetkan fitur yang ditemukan pada kedua jenis virus agar efektif.

Perbedaan antara dua strain yang diidentifikasi sangat kecil. Bahkan, mereka tidak dapat benar-benar dianggap sebagai "strain" yang terpisah. Dan banyak perbedaan genetik tidak akan memengaruhi produksi protein, jadi tidak akan mengubah cara virus bekerja, atau gejala yang ditimbulkannya, katanya. Yang satu tidak lebih mematikan dari yang lain.

Kami tidak bermaksud menakut-nakuti atau menimbulkan kepanikan.  Tetapi, yang penting waspada, walaupun pemerintah belum memberlakukan "lockdown", sebaiknya kita seminim mungkin kontak dengan orang lain. Menjaga gaya hidup sehat, dan bersiap menghadapi kemungkinan impact ekonomi kedepan.

Mudah-mudahan Pandemik covid-19 ini segera berakhir, dengan diketemukannya obat/ vaksin yang efektif, sehingga umat manusia bisa melanjutkan aktifitasnya seperti sedia kala. Memang sudah ada obat virus avigan yang disinyalir mempunyai daya sembuh. Namun data masih belum meyakinkan.

Indonesia walapun belum lockdown secara resmi, juga seharusnya membatasi orang dari luar negeri (apapun kewarganegaraannya) masuk ke dalam, kecuali dengan prosedur yang sangat ketat. Apalagi sebentar lagi ramadhan, curah hujan masih tinggi, dan musim mudik lebaran 2020 sudah tidak lama lagi.

lawan virus corona
lawan virus corona Siaga Virus Corona

Berlangganan via Email