Refleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai jalan Sertifikasi Guru dan Asas Manfaat - BangLuq


PPG guru belajar lagi ilmu yang sama dengan waktu kuliah


Sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya menyinggung pihak tertentu, atau mematahkan semangat bapak ibu guru yang akan berangkat menunaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tahun 2019 ini. Saya hanya menyampaikan unek-unek saja.

Pertanyaan saya :

  1. Seberapa besar manfaat Pendidikan Profesi Guru (PPG), untuk guru itu sendiri, terkait kompetensi pedagogik setelah lulus, terutama jika guru tersebut sudah cukup senior (pengalaman 10 tahun, dan sudah menempuh asam-garam, berbagai macam diklat) ?
  2. Guru sudah S.Pd dan atau Akta IV mengapa dianggap "kurang kompeten" , padahal guru sudah belajar pedagogik di kampus A, mulai buat RPP, Silabus, dsb , kemudian belajar lagi di kampus B yang materinya kurang lebih sama , tragisnya jika si Guru tadi PPG di kampus A dengan Dosen yang sama?
  3. Apakah sekolah tidak berat ditinggal Guru selama minimal 2 bulan +?
  4. Mengapa tidak diadakan di propinsi masing-masing, mengingat bapak / ibu guru sudah punya tanggungan berkeluarga? 
  5. Untuk calon Guru, mengapa materi PPG tidak diintegrasi pada saat kuliah, sehingga mahasiswa calon guru tidak perlu lagi ikut program PPG (mubazir)?
  6. Apa bedanya guru lulusan PLPG dan PPG?
  7. Seorang Master Pendidikan apakah harus ikut PPG?
  8. Mengapa harus Universitas mantan IKIP lagi, dan kenapa harus ada "campur tangan" kemerinsitek dikti, mengapa tidak ditangani Kemdikbud sendiri saja?
  9. Mengapa masih ada ketidak adilan, guru yang jauh lebih senior belum berangkat, sedangkan guru yang lebih baru berangkat dulu? 

Saya mengerutkan dahi ketika pertama kali mendengar kabar program ini, sekitar 2009 silam, ini program apalagi, mungkin saya yang kurang piknik atau bagaimana. Saya sudah belajar RPP, silabus , dsb masih harus balik kampus lagi? Belajar keilmuan yang sama. Untungnya saya masih kebagian menempuh PLPG, tapi tidak dengan rekan-rekan lain, bahkan ada yang jauh lebih senior, tapi tidak kebagian kuota PLPG dulu.

Saya ingin memperjelas pertanyaan nomer 8. Jika saya balik ke bangku sekolah, sebagai guru produktif, saya akan memilih belajar ilmu produktif saja, ke dunia usaha dan dunia industri. Karena bagi saya manfaatnya jauh lebih besar ketimbang saya belajar ilmu pendidikan yang sudah saya kuasai, dan di supervisi tiap tahun, dan sudah ada nilai PKG yang merupakan kontrol kualiatas guru.
Kalaupun harus memilih tempat belajar, saya akan memilih PPPPTK yang sesuai dengan bidang saya.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Pada Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 yang telah diubah menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 ditegaskan bahwa sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat. Program PPG diharapkan dapat menjawab permasalahan kompetensi guru dan kualitas peserta didik.

Pemerintah telah melaksanakan program sertifikasi guru bagi guru dalam jabatan sesuai amanat PP Nomor 74 Tahun 2008 melalui pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)  selama 11 tahun, sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2017, dan sudah lebih dari 1,6 juta guru mendapat sertifikat pendidik. Sementara itu, masih ada sejumlah 837.535 guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Mulai tahun 2018 sertifikasi guru bagi guru dalam jabatan akan dilaksanakan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan sesuai amanat pasal 66 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 bahwa  Bagi Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualifikasi akademik S-l/D-IV tetapi belum memperoleh Sertifikat Pendidik dapat memperoleh Sertifikat Pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru. Dengan demikian sejumlah 837.535 guru yang belum memiliki sertifikat pendidik wajib mengikuti PPG Dalam Jabatan untuk mendapatkan sertifikat pendidik tersebut.

Tahun 2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan melaksanakan PPG Dalam Jabatan. Guru yang akan mengikuti PPG Dalam Jabatan harus mengikuti seleksi akademik dan administrasi terlebih dahulu. Seleksi akademik PPG Dalam Jabatan melalui tes daring (online) telah dilakukan pada akhir tahun 2017 diikuti oleh 206.086 guru. Tes tersebut meliputi tes potensi akademik, tes kemampuan bidang studi, tes kemampuan pedagogik, dan tes minat bakat. Sejumlah 28.045 guru dinyatakan lolos seleksi akademik sesuai standar seleksi yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi melalui verifikasi dan validasi berkas melalui Dinas Pendidikan dan LPMP. Sejumlah 26.358 guru dinyatakan lulus seleksi akademik dan administrasi PPG Dalam Jabatan.

Dari Kemenristek Dikti:
Sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 55 Tahun 2017 tentang Pendidikan Profesi Guru, PPG Dalam Jabatan diselenggarakan sebanyak 24 SKS. PPG Dalam Jabatan dilaksanakan dengan moda Hybrid Learning, dimana mata kegiatan Pedagogik dan Profesi sebanyak 10 SKS, dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran daring dan sisanya, 14 SKS dilaksaakan dalam bentuk Lokakarya dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Pembelajaran Daring PPG Dalam Jabatan Gelombang I telah dilaksanakan selama tiga bulan sejak 31 Mei s/d 18 Agustus 2018. Berdasarkan kriteria kelulusan yang telah ditetapkan, maka bersama ini diinformasikan peserta untuk mengecek kelulusan melalui menu Reg Dalam Jabatan dengan memasukkan kombinasi No Peserta PPG (18XXXX (14 Digit-Jika belum mengetahui silahkan untuk melakukan konfirmasi kepada Admin LPTK) dan Tanggal Lahir.

Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasama yang baik, diucapkan terima kasih. 

 Bagi Bapak/Ibu guru yang lulus pretest bulan Mei 2018,  ada informasi baru perihal pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 berupa syarat dan jadwal kegiatan. Hal ini perlu dicermati mengingat ada cukup banyak berkas yang harus dikumpulkan, sehingga dengan mencermati informasi seperti ini sejak awal, bisa segera mempersiapkan dan tidak sampai melewati deadline.

Persyaratan dan jadwal PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 :

  • Guru TK/SD/SMP/SMA/SMK negeri dan swasta yang belum memiliki sertifikat pendidik
  • Guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015
  • Terdaftar pada data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Memiliki NUPTK
  • Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-IV) dari Perguruan Tinggi yang memiliki program studi terakreditasi
  • Berkualifikasi akademik S-1/D-IV yang sesuai dengan program studi pada PPG yang akan diikuti
  • Msih aktif mengajar dibuktika dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari Kepala Sekolah 2 (dua) tahun terakhir
  • Berusia setinggi-tingginya 58 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2018.
  • Memenuhi nilai minimal seleksi akademik yang ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Bebas narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA)
  • Berkelakuan baik (SKCK)
  • Berkas Administrasi
  • Fotokopi ijazah S-1/D-IV yang telah dilegalisasi oleh Perguruan Tinggi yang mengeluarkan ijazah, kopertis atau dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Bagi guru yang memiliki ijazah S-1/D-IV dari luar negeri melampirkan surat penyetaraan dari Kemenristek Dikti.
  • Fotokopi SK pengangkatan pertama dan SK pengangkatan 2 (dua) tahun terakhir. Bagi guru tetap yayasan (GTY) yaitu SK pengangkatan dari yayasan yang sama, bagi guru honor di sekolah negeri SK dari Pemerintah Daerah atau Kepala Dinas Pendidikan. SK tersebut dilegalisasi oleh: a. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota bagi guru PNS, PNS yang ditugaskan sebagai guru oleh Pemerintah Daerah, guru bukan PNS di sekolah negeri. b.Ketua Yayasan bagi guru GTY.
  • Fotokopi SK mengajar atau SK Pembagian Tugas Mengajar dua tahun terakhir
  • Surat ijin dari kepala sekolah atau ketua yayasan untuk menjadi peserta PPG tahun 2019
  • Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
  • Surat keterangan bebas NAPZA dari BNN, atau yang berwenang
  • Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian
  • Surat pernyataan bahwa berkas/dokumen yang diserahkan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Jadwal :

No Uraian Kegiatan Waktu
1 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) melakukan publikasi calon peserta PPG 2019 1 Oktober 2018
2 Guru melakukan pengiriman berkas ke Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota 2-20 Oktober 2018
3 Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan validasi berkas dan mengirimkan berkas ke LPMP 3-31 Oktober 2018
4 LPMP melakukan verifikasi dan validasi akhir berkas calon peserta 15 Oktober-16 November 2018
5 Ditjen GTK menempatkan peserta ke LPTK pelaksana (tahap 1) 19-30 November 2018
6 Guru yang ditetapkan mengikuti PPG Dalam Jabatan tahap 1 melakukan registrasi dan konfirmasi kesediaan melalui laman sergur.id 3-8 Desember 2018
7 Ditjen GTK menetapkan dan mengumumkan peserta PPG tahap 1 13 Desember 2018
8 LPMP mengirim berkas ke LPTK 15 Desember 2018
9 Pelaksanaan PPG Januari 2019

Pendapat saya pribadi tentang PPG : mubazir, buang waktu, dan buang energi! Cukup PLPG saja, berangkat sesuai dengan masa kerja.

Pada akhirnya kita hanya "prajurit" pendidikan yang akan tunduk dengan peintah komandan.
Jadi selamat berjuang bagi bapak ibu yang menempuh PPG, semoga sukses dan mendapatkan sertifikat pendidik, amin.

0 Response to "Refleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai jalan Sertifikasi Guru dan Asas Manfaat - BangLuq"

Post a Comment