Belajar Teknologi Kamera - Aperture

Belajar Teknologi Kamera - Aperture  Bukaan / Diafragma

Masih ingat Intro dari film-film James Bond 007?Yap, kalo anda perhatikan ada semacam pergerakan diagframa kemudian 007 menembak. Itu adalah pergerakan dari Aperture/ Diafragma yang terdapat di lensa. Oh iya, ini adalah postingan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang segitiga eksposure. Kapan hari sudah kita bahasa mengenai Shutter Speed dan ISO, postingan ini untuk melengkapinya. Untuk menggunakan Kamera Digital baik DSLR, point anda shoot, maupun mirrorless SLR, sudah seharusnya kita menguasai penyetelan-penyetelan ini. Jadi kita dapat mengoptimalkan gambar baik di kamera yang budget friendly ataupun kamera Full frame sekalipun. Kalau kita tidak tahu cara mengoptimalkan kamera DSLR/ Mirrorless yang kita punya maka hasilnya  bisa jadi mengecewakan dan memakai mode auto yang tidak fleksibel.
   
Belajar Teknologi Kamera - Aperture  Bukaan / Diafragma
Bukaan mengacu pada pembukaan diafragma lensa melalui cahaya yang masuk. Mari kita perhatikan gambar di atas penyetelan dalam f / stop dan umumnya ditulis sebagai angka-angka seperti 1,4, 2, 2,8, 4, 5,6, 8, 11 dan 16.  Semakin besar aperture (yaitu, semakin kecil f-number), semakin "dangkal" gambar yang kita ambil. Jika kita foto seekor ular, maka fokus kamera akan ke kepalanya doank, buntutnya akan out of fokus, jadi hasilnya akan bokeh. Semakin kecil aperture (yaitu, semakin besar f-number), semakin besar area dalam fokus (depth-of-field) Jika mau memotret pegunungan, maka cocoknya kita buka aperturenya lebar-lebar supaya fokus tidak tertumpu  area tengah. Jumlah cahaya yang memasuki sensor bisa dikontrol dengan melebarkan menyempitkan aperture.

Penggemar Bokeh wajib baca
Sampai sini saya yakin kita sudah mengerti, bagaimana Aperture mempengaruhi kedalaman bidang.
Kedalaman bidang didefinisikan sebagai "zona ketajaman yang dapat diterima di depan dan di belakang subjek yang menjadi fokus lensa." Sederhananya: seberapa tajam atau buram area di belakang subjek anda. Inilah persamaannya:

  • Semakin rendah f / stop — semakin besar bukaan di lensa — semakin sedikit kedalaman bidang — semakin kabur latar belakang.
  • Semakin tinggi f / stop — semakin kecil bukaan di lensa — semakin besar kedalaman bidang — semakin tajam latar belakangnya.


F / stop juga mempengaruhi shutter speed. Menggunakan f / stop rendah berarti lebih banyak cahaya memasuki lensa dan karenanya rana tidak perlu tetap terbuka selama membuat eksposur yang benar yang diterjemahkan menjadi kecepatan rana yang lebih cepat. Sekali lagi, kebalikannya benar: menggunakan f / stop tinggi berarti lebih sedikit cahaya yang masuk ke lensa dan karenanya rana harus tetap terbuka sedikit lebih lama yang berarti kecepatan rana lebih lambat.

Semua lensa memiliki bukaan maksimum, dan di lensa juga mencantumkan bukaan seluas mungkin pada tabung lensa. Beberapa lensa zoom akan merinci sesuatu seperti f / 3.5-5.6 pada laras lensa atau 1: 3.5-5.6 . Angka-angka ini, 3.5 dan 5.6, mengacu pada aperture maksimum atau bukaan terlebar yang dapat dicapai lensa untuk setiap ujung rentang zoom. Beberapa lensa ujung yang lebih tinggi dapat mempertahankan apertur terbesar di seluruh rentang zoom, jadi hanya satu nomor yang diperinci.

 Ok sekian dulu tulisan tentang aperture, ini hanya konsep, kenyataan bisa lebih rumit, ada settingan di sisi depan dan belakang, dsb. Nanti saya akan buat postingan khusus mengenai segitiga eksposure ini full pic dan full video.

0 Response to "Belajar Teknologi Kamera - Aperture"

Post a Comment