Kamera Digital - Pengukuran ISO Modern dan Klasik

roll film kamera analog merk fujifilm

Masih ingatkah anda ketika jaman dulu menggunakan kamera analog, sebelum lahirnya kamera digital, anda harus membeli roll kamera sebelum mulai jeprat-jepret, dengan angka ISO yang tertera angka 100, 200 dan seterusnya. Prosesnya tidak semudah sekarang yang serba digital apalagi dengan populernya kamera mirrorless yang makin bagus di departemen video. By the way, sempet ngetrend lagi orang menggunakan kamera analog tagar #35 , #indo35mm , kamipun masih punya kamera analog, tapi entah dimana, mungkin digudang. Menarik tapi bukan topik kamera analog secara khusus yang kami bahas, tetapi setelan ISO.

Bernostalgia kembali dengam Fotografi Film, ISO memiliki asal-usulnya dalam fotografi film, di mana pengaturan ISO mengukur sensitivitas gulungan film tertentu terhadap cahaya. Setiap rol film akan memiliki peringkat "kecepatan", yang juga ditandai sebagai ISO, seperti ISO 100 atau ISO 400.
Anda akan menemukan bahwa dengan kamera digital, sistem penomoran ISO telah terbawa dari film. Pengaturan ISO terendah untuk sebagian besar kamera adalah ISO 100, yang setara dengan kecepatan film yang paling umum digunakan. Tentu saja, Anda akan menemukan pengaturan ISO pada kamera digital yang lebih rendah dari ISO 100, tetapi sebagian besar akan muncul di kamera DSLR kelas atas, seperti Nikon D850 yang bisa ISO 64.

Biasanya ISO 100 adalah standar dimana anda mengambil gambar di luar ruangan pada hari yang cerah, tanpa over exposure, tentu dengan parameter lain yang tepat, dengan memperhatikan histrogram. Koq ada kata biasanya? bukankah  ISO merupakan angka standar dan teknis? Ya tentu saja, jika pada ISO 100 kami yakin semua akan standar, tetapi jika kita naikkan beberapa stop, maka setiap kamera akan terjadi perbedaan. Silahkan anda coba kamera Sony alpha A9 dan Canon EOS R, di cahaya yang minim, dan naikkan ISO sampai ribuan, maka anda akan mendapatkan angka yang berbeda antara Sony, Canon, atau yang lainnya..Sony akan lebih tinggi angkanya, dan ini sudah tidak standar lagi.

Dalam sistem kamera digital, hubungan yang berbeda-beda antara nilai pencahayaan dan data sensor dapat dicapai dengan mengatur penguatan sinyal sensor. Hubungan antara nilai data sensor dan kecerahan gambar yang sudah selesai juga berbeda-beda, tergantung pada parameter yang dipilih untuk interpretasi data sensor ke dalam ruang warna gambar seperti sRGB.

Untuk kamera foto digital ("kamera foto digital"), peringkat indeks eksposur (EI) — umumnya disebut pengaturan ISO — ditentukan oleh pabrikan sedemikian sehingga file gambar sRGB yang dihasilkan oleh kamera akan memiliki cahaya yang mirip dengan apa yang akan diperoleh dengan film dengan peringkat EI yang sama pada eksposur yang sama. Desain yang biasa adalah bahwa parameter kamera untuk menginterpretasikan nilai data sensor menjadi nilai sRGB telah diperbaiki, dan sejumlah pilihan EI yang berbeda ditampung dengan memvariasikan penguatan sinyal sensor dalam ranah analog, sebelum dikonversi ke digital. Beberapa desain kamera menyediakan setidaknya beberapa pilihan EI dengan menyesuaikan penguatan sinyal sensor di ranah digital ("ISO yang diperluas"). Beberapa desain kamera juga menyediakan penyesuaian EI melalui pilihan parameter lightness untuk interpretasi nilai data sensor ke sRGB; variasi ini memungkinkan pengorbanan yang berbeda antara rentang sorotan yang dapat ditangkap dan jumlah noise yang dimasukkan ke area bayangan foto.

Kamera digital telah jauh melampaui film dalam hal sensitivitas terhadap cahaya, dengan kecepatan setara ISO hingga 4.560.000, jumlah yang tak terduga dalam bidang fotografi film konvensional. Prosesor yang lebih cepat, serta kemajuan dalam teknik pengurangan kebisingan perangkat lunak memungkinkan jenis pemrosesan ini dieksekusi pada saat foto ditangkap, memungkinkan fotografer untuk menyimpan gambar yang memiliki tingkat penyempurnaan yang lebih tinggi dan akan memakan waktu terlalu lama untuk diproses dengan sebelumnya generasi perangkat keras kamera digital.

Kesimpulan: pengukuran ISO kamera digital modern didasarkan pada kamera analog, namun tidak sama persis, karena metode sudah sangat berbeda.
Saran: Jangan sampai gambar anda over atau under expose, kecuali untuk tujuan seni, namun lebih baik mengambil gambar dengan exposure yang tepat, kemudian mengeditnya kemudian. Jika harus memilih under atau over, maka pilhlah under expose, karena ketika over exposure, anda akan kehilangan banyak detail. Sekian dan semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kamera Digital - Pengukuran ISO Modern dan Klasik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel