Tujuh Langkah Sukses Ujian Nasional dan UNBK

sukses ujian nasional unbk
Kita sudah sering mendengar dan bahkan mengalami sendiri ujian nasional, yang sekarang sudah berbasis komputer ini. Mari kita pahami dulu konsepnya, supaya adik-adik bisa sukses melewati ini, karena hasil UN, walaupun tidak dijadikan acuan utama kelulusan, namun manfaatnya akan besar sekali jika nilai dari adik-adik memuaskan. Karena beberapa instasi negeri dan swasta masih mempersyaratkan nilai ujian nasional ini. Perkara kedapannya dihapus, itu beda lagi, sekarang yang kalian hadapi adalah ujian nasional ini.



Jadi sebenarnya Ujian Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penjaminan mutu di satuan pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang isinya sebagai berikut :

Pasal 63 ayat (1): Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
1.  Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
2.  Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
3.  Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Pasal 66 ayat (1): Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional.

Pasal 66 ayat (2): Ujian Nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan,dan akuntabel.
Pasal 66 ayat (3): Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.

Pasal 68: Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
1.  pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
2.  dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
3.  penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan;
4.  pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Pasal 69 ayat (1): Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur non formal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

Pasal 69 ayat (2): Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya.

Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti UjianNasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan Standar NasionalPendidikan (BSNP)
Dalam perjalanannya penilaian hasil belajar oleh Pemerintah telah diselenggarakan sejak tahun 1950an dan telah berubah bentuk berulangkali. Sebagaimana uraian berikut ini :

Ujian Nasional Periode 1950-1960an. Pada periode ini Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan menyelenggarakan Ujian Penghabisan yang mana seluruh soal berbentuk esai dan diperiksa oleh pusat-pusat rayon.

Ujian Nasional Periode 1965-1971. Pada periode ini Pemerintah memegang kendali pelaksanaan ujian di mana seluruh mata pelajaran diujikan dalam bentuk Ujian Negara.

Ujian Nasional Periode 1972-1979. Pada periode ini Pemerintah mengendurkan peraturan dengan mempersilahkan masing-masing sekolah untuk menyelenggarakan ujian akhir dalam bentuk Ujian Sekolah. Kendali mutu lulusan (kelulusan) dipegang sepenuhnya oleh sekolah. Pemerintah hanya menyediakan pedoman pelakasanaan nya untuk menjamin kesetaraan penyelenggaraan ujian oleh masing-masing sekolah.

Ujian Nasional Periode 1980-2001. Pada periode ini kendali mutu lulusan ditentukan oleh 2 model evaluasi yaitu EBTANAS yang dikoordinir oleh Pemerintah Pusat dan EBTA yang dikoordinir oleh Pemerintah Daerah. Pada EBTANAS, kelulusan siswa ditentukan oleh kombinasi nilai rapor semester I (P), nilai rapor semester II (Q) dan nilai EBTANAS murni(R). Oleh sebab itu pada periode ini, penentu kelulusan dipegang oleh Pemerintah dan Sekolah.

Ujian Nasional Periode 2002-2004. Pada tahun 2002, EBTANAS diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan kemudian berubah nama menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Perbedaan yang menonjol antara UAN dengan EBTANAS adalah dalam cara menentukan kelulusan siswa, terutama sejak tahun 2003. Untuk  kelulusan siswa pada UAN ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual.  Pada UAN 2003 standar kelulusan adalah 3.01pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-rata minimal 6.00. Soal ujian dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional dan pihak sekolah tidak dapat mengatrol nilai UAN.Para siswa yang tidak/belum lulus masih diberi kesempatan mengulang selang satu minggu sesudahnya. Pada UAN 2004, kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4.01 dan tidak ada nilai rata-rata minimal.Pada mulanya UAN 2004 ini tidak ada ujian ulang bagi yang tidak/belum lulus.Namun setelah mendapat masukan dari berbagai lapisan masyarakat, akhirnya diadakan ujian ulang.

Ujian Nasional Periode 2005-Sekarang. Mulai tahun 2005 untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, pemerintah menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMA/SMK/MA/SMALB/SMKLB. Sedangkan untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, mulai tahun ajaran 2008/2009pemerintah menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN)untuk SD/MI/SDLB. Khusus SMK, mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Kejuruan. Sejak tahun pelajaran 2014/2015, Pemerintah melakukan terobosan dengan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer dengan SMK sebagai penyelenggara terbanyak.

Bagi Kak Liam ini hanya perubahan nama dan teknis saja, karena bagaimanapun negara akan selalu menyelanggaran dengan metode yang disesuaikan.

UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)
unbk

Lalu bagaiman dengan UNBK? Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Ujian Nasional janganlah membuat siswa merasa seperti di hantui, sehingga kalian menjadi ketakutan, nggak maksmal hasilnya, justru malah sebaliknya, kita harus menjauhkan rasa ketakutan itu, kemudian bagaimana kita (siswa) berfikir positif agar UN ini dapat dihadapi dengan keadaan tenang, enjoy, tidak ada beban dan tentunya lancar dan sukses sehingga bisa menghasilkan nilai terbaik.Ujian Nasional bukanlah rintangan, melainkan sebuah gerbang yang harus kita lalui setelah 3 tahun menempuh perjalanan yang panjang. Ujian Nasional bukan segalanya tentang tes akademik. Melainkan kejujuran, mental serta kerja keras merupakan salah satu unsur yang tidak bisa kita tinggalkan. Selanjutnya secara teknis agar sukses ujian nasional , Kak Liam ada langkah-langkah untuk mengoptimalkan usaha kalian:

Langkah ke satu -  Pelajari Kisi-Kisi UN Dan Fokuskan Belajarmu
Soal-soal Ujian Nasional  disusun dan dikembangkan berdasarkan kisi-kisi UN  atau istilah lainnya SKL (Standar Kompetensi Lulusan) UN. Pelajari kisi-kisi ini dengan baik. Jika kamu belum punya, kamu dapat mendownloadnya dari situs resmi kemdikbud. Kami tidak akan ngeshare karena biar dari situs resmi pemerintah saja.

Langkah ke dua-  Belajar Kelompok
Ingat kalian membentuk kelompok belajar, bukan untuk ngegame mobile legend dan hal-hal yang bisa kalian tunda sampai setelah ujian nasional selesai. Hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih teman buat belajar kelompok adalah, sama-sama memiliki komitmen untuk suskses dalam mengahadapi UN. Jangan salah pilih teman, bisa ngobrol ngalor ngidul nanti. Belajar kelompok ini sangat sangat besar manfaatnya, kak Liam dan teman-teman Kak Liam dulu waktu mau ujian SD juga melakukan ini, dan kami sukses besar, hingga di terima di SMP favorit di kota Kak Liam

Langkah ke tiga - Buat catatan
Soal-soal UN sebagian memang soal hafalan saja, tetapi hanya sebagian kecil. Jadi kamu harus belajar lebih, belajar memahami dan meangaplikasikannya pada berbagai situasi baru, bukan sekesar menghapal. Catat apapun yang perlu dicatat, buat skema, rangkuman, dan lain sebaginya, dengan kita menulis , maka besar kemungkinana apa yang kita tulis akan masuk ke otak.

Langkah ke empat - Serius Try Out
Try Out bisa dari Sekolah, dinas pendidikan kabupaten, atau dinas pendidikan propinsi selalu mengadakan uji coba (try out) Ujian Nasional. Pada UN inipun tentu demikian. Try out selalu diselenggarakan berkali-kali. Itu ajang yang bagus sekali untuk diikuti secara serius. Kerjakanlah soal-soal try out yang diberikan secara mandiri, dan tidak melakukan contek-contekan dengan teman di dekatmu. Melakukan tindakan tidak sportif dan tidak jujur dalam mengikuti try out tidak ada manfaatnya, karena nilai try out tidak digunakan untuk apapun kecuali sebagai sarana untuk menguji persiapanmu dalam menghadapi soal-soal UN . Jadi, apabila kamu tidak mengerjakan soal-soal itu secara mandiri dan jujur, hasil try out tidak akan menggambarkan bagaimana kemampuanmu yang sesungguhnya. Hasil try out yang dilakukan dengan jujur (pekerjaan sendiri) dapat menggambarkan bagaimana kesiapanmu dalam UN nanti. Jadikan hasil itu sebagai masukan (self evaluation) evaluasi diri bagian-bagian mana dari kisi-kisi UN yang belum kamu kuasai dengan baik. Lalu perkuatkan/perbaiki kemampuanmu itu.

Langkah ke lima - Belajar Lebih banyak namun efisien.
Jelas ketika jelang ujian, apalagi UN, kalian harus belajar lebih giat dan lebih lama dari biasanya.  Penambahan porsi belajar dapat dilakukan dengan menambah waktu lain untuk belajar. Jika selama ini kamu hanya belajar dua jam sehari pada sore hari, maka kamu dapat menambah porsinya pada malam hari lagi sebanyak dua jam. Jadi kamu akan belajar 5 jam per hari. Begitupun bila durasi belajarmu hanya satu jam pada sore dan malam hari (total dua jam). Kamu bisa memperpanjangnya menjadi masing-masing satu setengah jam atau dua jam. Perlu sedikit usaha lebih keras agar sukses. Percayalah, sang juara adalah orang-orang sedikit bekerja dan berusaha lebih keras dari orang lain. Jadi tidak akan rugi untuk menambah porsi belajarmu.

Langkah ke enam. Sebelum subuh hingga pagi adalah waktu ajaib
Ini yang Kak Liam lakukan, dan selalu mendapatkan hasil yang maksimal, lulus berbagai macam ujian, sampai sekarang, ketika Kak Liam mengahadapi UTN untuk guru, Ka Liam sukses dua jurusan yang berat., sekaligus. Bangun sebelum subuh, sholat kemudian belajar, sudah lakukan maka Insya Allah kamu sukses.


Langkah ke tujuh. Banyak Berdoa dan minta doa kepada orang - orang penting
Kalian berdoa, minta doa orang tua dan keluarga, minta doa kepada teman-teman, tetangga, para ulama, tak lupa juga bersedekah. Manusia berusaha, Tuhanlah yang menentukan. Betul bukan? Setelah kita berusaha dengan upaya yang lebih keras, maka selanjutnya adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Segala aral dan masalah bisa muncul kapan saja dan di mana saja, bahkan pada saat UN  digelar. Jadi banyak berdoa untuk kesuksesanmu menghadapi Ujian Nasional itu sangat penting. Jangan remehkan kekuatan doa ini, karena dampaknya begitu dahsyat, percayalah.

Sekian dan Semoga Sukses! amin.



Liam Hillman


0 Response to "Tujuh Langkah Sukses Ujian Nasional dan UNBK "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel