Sekilas Tentang Pengelasan Dalam Air

pengelasan dalam air

Pengelasan bawah air adalah salah satu pekerjaan gaji  sangat tinggi, banyak diincar oleh para welder. Pengelasan bawah air  membutuhkan beberapa kombinasi Skill yang mumpuni. Lalu bagaimana menjadi seorang underwater welder? Yang jelas anda harus menjadi seorang welder dan bisa menyelam dan mempunyai sertifikat. Di Solo, tepatnya solo technopark menyediakan kursus untuk menjadi seorang underwater welder.

Pengelasan dalam air atau underwater welding merupakan proses pengelasan yang dilakukan di dalam air. Underwater welding memiliki perbedaan dengan pengelasan biasa di ruang udara. Pada underwater welding, elektroda dilapisi dengan cat anti air. Flux pada elektroda underwater welding umumnya berjenis rutile dan bisa juga berjenis iron-oxide. Material kawat inti pada elektroda underwater welding biasanya sama dengan kawat inti pada elektroda pengelasan biasa. Akan tetapi pada underwater welding, kawat inti stainless steel lebih sering digunakan (khususnya untuk mengelas baja-baja berkekuatan tinggi).

Pada pengelasan di ruang udara, kita harus mengontrol jarak antara elektroda dan benda kerja (harus membentuk arc length). Pada underwater welding, pengelasan dengan membentuk arc (busur) length akan menyebabkan nyala busur padam. Oleh karena itu untuk mempertahankan nyala busur pada underwater welding, kita perlu menjaga agar elektroda selalu bersentuhan dengan benda kerja. Sedikit penekanan elektroda pada benda kerja juga perlu dilakukan.

Setelah mendapatkan pekerjaan pengelasan bawah air pertama, sebagian besar perusahaan akan meminta Anda untuk meningkatkan keterampilandengan lulus tes kualifikasi tertentu. Konsultasikan dengan perusahaan Anda mengenai persyaratan yang mereka miliki. Secara umum semakin baik keterampilan pengelasan basah dan kering anda, semakin berharga Anda dan semakin tinggi peringkat dan tingkat upah yang akan anda miliki.

Beberapa orang sudah menjadi penyelam sebelum menjadi welder, yang kemudian mengikuti pelatihan pengelasan. Waktunya untuk menguasi skill pengelasan, bisa jadi lebih lama dari skill penyelaman itu sendiri. 

Beberapa Resiko Pengelasan dalam air: 

A. Risiko Dari Menyelam
  • Penyakit Dekompresi Penyakit dekompresi terjadi ketika seorang penyelam naik dari air yang dalam terlalu cepat. Proses ini harus dilakukan secara bertahap. Ini adalah hasil dari perubahan tekanan pada tubuh. Nitrogen dengan suplai udara mereka dengan tangki penyelam sebenarnya bisa menggelembung seperti halrilis ressure terlalu cepat. Ini dapat memasuki aliran darah penyelam dan menyebabkan kehilangan memori, kehilangan penilaian dan alasan dan dalam kasus-kasus ekstrim bahkan kelumpuhan atau kematian.
  • Hipotermia Suhu di bawah air selalu lebih dingin daripada di atas permukaan. Tubuh penyelam mengalami suhu yang lebih dingin di perairan besar, baik itu di darat atau lepas pantai. Air dingin menghantarkan panas dari tubuh. Kehilangan panas itu dapat menyebabkan masalah metabolisme atau bahkan kegagalan organ jika tubuh tetap terlalu dingin terlalu lama. Mengenakan pakaian selam karet yang diinsulasi dengan baik dapat membantu melindungi tubuh dari paparan suhu ekstrem.
  • Tenggelam - Bahkan penyelam terbaik harus mewaspadai risiko tenggelam. Itu bisa terjadi bahkan ketika seorang penyelam memiliki tangki udara yang terpasang dan peralatan tahan air.
    Peralatan yang lebih tua atau tidak terawat adalah salah satu penyebabnya. Lain adalah ketika penyelam mendapat kusut di rintangan bawah air. Semakin dalam anda, semakin sulit untuk melihat. Kadang-kadang, tukang las bawah laut bahkan bisa terjerat dalam jalur peralatan mereka sendiri. Sebelum menyelam, terutama untuk pengelasan, anda harus selalu memeriksa peralatan Anda untuk memastikan tidak ada yang rusak atau tidak tersegel. Pastikan anda memiliki tangki pasokan udara penuh. Jika anda berada dalam situasi di mana anda terjerat, jatuhkan beban menyelam untuk mendapatkan daya apung yang dapat membantu menarik Anda keluar dan keluar dari situasi tersebut.
  • Risiko dari Lingkungan (ikan hiu  misalnya)
  • Risiko dari Sengatan Listrik dan Ledakan - Operator pengelasan bawah air bekerja dengan listrik dan api dari peralatan pengelasan berat. Ini menciptakan risiko luka bakar dan sengatan listrik. Sengatan listrik sering terjadi sebagai akibat dari masalah peralatan.
Kami tidak berniat menakut nakuti tetapi tentu saja penting untuk menyadari risikonya.

Dalam metode pengelasan basah pada underwater welding kawat las atau elektrode dan benda kerja bersentuhan langsung dengan air. Aplikasi pengelasan dapat mencapai kedalaman 150 m. Metode pengelasan memberikan hasil yang kurang memuaskan, disamping memerlukan welder yang memiliki keahlian menyelam yang tangguh dan memerlukan pakaian khusus untuk selam, gelembung gas yang terjadi selama proses pengelasan akan sangat mengganggu pengamatan welder tersebut. Adapun proses pengelasan yang dipakai SMAW, FCAW dan MIG. Memang secara prinsip air dan udara perlu penanganan berbeda, baik di flux, arus, tegangan, dan lain-lain.

Kita sambung di artikel selanjutnya, sekian dan terima kasih...
Liam Hillman
Liam Hillman Siaga Virus Corona

Berlangganan via Email