"Merdeka belajar" gebrakan Menteri Pendidikan Baru Nadiem Anwar


merdeka belajar menteri nadiem

Siswa-siswi kelas V, VIII, dan XI  bersorak gembira, karena mendapatkan kabar gembira, yaitu dihapuskannya Ujian Nasional.

  Brian, seorang pelajar SMP asal Surabaya, menyatakan betapa senangnya mendengar berita ini, pasalnya dia sedang duduk di kelas VII, meskipun senang, dia menyatakan akan tetap semangat , bahkan lebih semangat dari sebelumnya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru,Nadiem  Anwar Makarim menetapkan empat program baru sebagai pembelajaran nasional yang disebut sebagai kebijakan Merdeka Belajar, wow kami terkejut kagum, akhirnya ada angin segar untuk pendidikan kita. Empat program ini disampaikan Nadiem dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan se-Indonesia di kawasan Pancoran, Jakarta.


CEO GoJek  itu juga menyatakan: "Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi," kata Nadiem menyebutkan empat program yang akan diterapkan.

Nadiem mengatakan program-program ini sebagai langkah awal terwujudnya kemerdekaan belajar di Indonesia. Apa saja empat program itu?

1. USBN dikembalikan kepada sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Ujian Sekolah Berstandar Nasional pada 2020 mendatang akan dikembalikan ke esensi Undang-Undang Sisdiknas, yang semangatnya adalah peserta didik dievaluasi oleh gurunya dan kelulusan ditentukan oleh sekolah.

"Kepada setiap sekolah untuk menyelenggarakan ujian kelulusuan sekolahnya sendiri. Dengan mengikuti kompetensi-kompetensi dasar yang ada di kurikulum kita," kata Nadiem.

Pria ganteng  yang akrab disapa 'Mas Menteri' ini menjelaskan, sekolah dapat dengan bebas menentukan bentuk ujian untuk kelulusan murid. "Dapat berupa pengerjaan proyek akhir, essay, portofolio, pilihan ganda, dan bentuk lainnya."

Bagi sekolah yang belum siap dengan sistem baru, Nadiem mempersilakan untuk tetap menggunakan sistem USBN lama.

2. UN resmi dihapuskan 2021 mendatang

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di sela Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan se-Indonesia.

"Di tahun 2021 Ujian Nasional itu akan diganti asesmen kompentensi minimun dan survei karakter," kata Mendikbud dalam pemaparannya. Sistem UN yang selama ini berlaku akan diterapkan terakhir kali pada 2020 mendatang

Dalam program pengganti UN aspek yang dinilai adalah kompetensi dasar minimun dan juga diadakan survei karakter. "Survei karakter ini akan jadi tolak ukur untuk umpan balik untuk melakukan perubahan yang mencipatakan siswa siswi yang lebih bahagia dan juga lebih kuat azas pancasila di dalam sekolah," kata Nadiem.

Asesmen nantinya tak lagi diberlakukan untuk pelajar tingkat akhir dari tiap jejang, namun bagi mereka yang ada di tingkat menengah. Harapannya, guru dan sekolah dapat memiliki waktu memperbaiki dan mengoptimalkan kualitas pendidikan.

3. Nadiem rubah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran jadi hanya satu lembar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia mempermudah pekerjaan guru, Nadiem memangkas administrasi tak berarti yang selama ini membebani guru. Jika semula guru harus mengisi puluhan lembar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, di era Nadiem ini, hanya akan ada satu lembar.

"Cukup satu halaman saja untuk RPP," ucap Mendikbud. "Jadi yang tadinya ada belasan komponen kita bikin tiga saja. Tiga komponen inti. Tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assessment atau penilaian pembelajaran," lanjut dia.

Team kami yang berprofesi sebagai guru juga sangat  mendukung kebijakan fantastis ini.

4. Nadiem perlebar peluang jalur prestasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Nadiem menyatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung penuh berlakunya sistem zonasi. Namun, ada perubahan kuota pada sistem zonasi dengan menambah kuota jalur prestasi.

Semula, pembagian istem zonasi terdiri dari 80 persen zonasi, 5 persen perpindahan, dan 15 persen prestasi. "Pindah jadi zonasi 50 persen, afirmasi itu Kartu Indonesia Pintar 15 persen, perpindahan 5 persen, sisanya untuk prestasi 30 persen," jelas Nadiem.

Ini juga kami setuju, karena terkadang, calon siswa menginginkan sekolah di sekolah yang dia / orang tuanya inginkan, terlepas jauh dekat lokasi sekolah dan mereka bisa mendapatkannya dengan cara berprestasi, cukup adil, menurut kami.

Bagaimana menurut pendapat netizen?

Liam


0 Response to ""Merdeka belajar" gebrakan Menteri Pendidikan Baru Nadiem Anwar "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel