Efek Corona - Rupiah Ke USD Melemah Tembus 16000

rupiah usd idr dollar corona
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika sudah mencapai Rp16.000 per Dolar AS. Pelemahan ini jelas akibat sentimen negatif meningkatnya wabah virus korona atau penyakit  Covid-19 . Pada hari kamis 19 Maret 2020 nilai tukar rupiah menembus Rp. 16.000 per dolar AS.

Kami sudah melakukan penelusuran kemana-mana, mulai dari Snippet google search engine. Beberapa pihak menyangkal data ini, mereka mengeklaim data google "terlalu realtime", itu hanya pelemahan sementara, dst. namun sepertinya angka itu tetap bertahan, dan itu sebetulnya sangat masuk akal. Tentu Google tidak sembarangan mengambil data, mereka sudah melakukan riset mendalam dalam mengambil data sample yang paling valid, terpercaya dan up to date. Sebenarnya dari sini, tidak perlu dilanjutkan lagi, namun kami "belum yakin".

Kemudian kami lanjutkan dengan menelusuri dari data Bank Indonesia , kurs referensi Bank Indonesia  Jakarta Spot Dollar Rate , Rupiah berada di level Rp. 15.712 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan 489 poin dari nilai tukar rupiah dari sebelumnya sebesar Rp. 15.223,00 per dolar AS. Sedangkan pada 18 Maret 2020, kurs jual adalah US $ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp. 15.299,00 dan kurs beli Rp. 15.146,00 per dolar AS.

BCA USD; beli= 15,946.00; jual= 16,396.00.

Dan beberapa rate lain, silahkan melakukan pengecekan mandiri, kami juga menambahkan widget untuk memantau kurs mata uang asing ini, yang bisa di akses di samping halaman web ini.

Penyebaran virus korona atau covid-19 yang semakin mengkhawatirkan membuat mata uang rupiah letoy ketika berhadapan dengan dolar Amerika. Meskipun Amerika Serikat juga mengalami hal yang sama. Jadi Amerika krisis, Amerika sakit, Indonesia sakit, ketiga kondisi atau kombinasi membuat rupiah tersungkur alias ndelosor. Hanya ada satu satu cara, Indonesia berjaya, rupiah menguat. Oh iya belum lagi pasar saham , juga turut ambles, orang terkaya dikabarkan kehilangan uang trilyunan rupiah karena penurunan nilai saham perusahaan tertentu.

Sementara itu, Kepala Riset Futures Monex Investindo Ariston Tjendra sebelumnya memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis (19/3/2020) masih akan tertekan dan berpotensi melemah terhadap dolar AS. Menurut pengamatannya, sejumlah bank sentral yang terkena dampak korona berkomitmen untuk meluncurkan program stimulus tambahan seperti Bank Sentral Jepang dan Eropa.
Bank Sentral Eropa akan meluncurkan program pembelian aset / obligasi senilai 750 miliar euro. Sementara BOJ berniat memperbesar stimulus yang kini berjalan, dari sumber media online rekan kami.

In other news, water is wet, 
alias ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Bahkan kami akan terkejut jika ada orang terkejut terhadap kejadian ini. Nampaknya di era Presiden Jokowi, kita belum menuai hasil yang menggembirakan, walaupun di tim keuangan ada menteri keuangan yang banyak dipuji, yaitu Ibu Sri Mulyani. Indonesia masih berjuang memperkuat rupiahnya dan ekonomi secara umum. Perlu gerakan yang revolusioner untuk merubah situasi, selama ini hanya play safe, play soft, play polite, play victim, hasilnya? Silahkan anda nilai sendiri dari kaca mata statistik yang anda percayai.
lawan virus corona
lawan virus corona Siaga Virus Corona

No comments for " Efek Corona - Rupiah Ke USD Melemah Tembus 16000"

Berlangganan via Email