Flu Karena Bakteri Dikerok Sembuh, Influenza Mematikan, COVID-19 Lebih Parah Lagi

flu, influenza, virus, covid-19, mematikan


Kami telah membaca beberapa poster atau gambar yang berusaha mengedukasi masayarakat tentang perbedaan gejala flu biasa, Influenza, dan Covid-19. Isinya sih benar, tetapi kami merasa ada yang kurang.

Kebanyakan masyarakat tidak seperti yang ditakutkan pemerintah, memang sebagian panik, tapi sebagian besar TIDAK. Sampai hari ini, walaupun ratusan sudah terkonfirmasi positif virus corona, dan puluhan meninggal dunia, jalanan masih relatif ramai, kadang-kadang nyaris seperti tidak terjadi apa-apa. Mungkin sebagian Kurang informasi, meremehkan atau memang kondisi yang mereka alami, seolah olah mereka akan susah kalau tidak kerja, harus bayar cicilan, kalo nggek kerja anaknya nggak makan. Menyedihkan memang, karena pedagang kecil, buruh, dan banyak profesi diluaran sana yang menuntut mereka supaya tetap bekerja. Peusahaan juga tidak kompak dengan pemerintah, mereka tettap beroperasi. Dan saya dulu ketika bekerja di perusahaan swastapun, mungkin juga terjebak dengan kebijakan perusahaan, libur sendiri PHK mengancam.

Di tulisan ini kami akan mengulas perbedaan flu biasa, Influenza, dan Covid-19, terutama dari tingkat kematian (death rate). Pertama adalah flu biasa yang disebabkan oleh infeksi bakteri, kalau kita merasa demam, pilek, pusing, dan kurang sehat, kemudian ke dokter anda akan diberi antibiotik.
Sedangkan sakit influenza yang mempunyai gejala mirip dengan flu karena infeksi bakteri, sungguh berbeda temen-temen. Influenza adalah infeksi virus yang MEMATIKAN, dan bisa berpotensi wabah seperti COVID-19.

Di Indonesia lama kita mengenal penyakit rakyat yang biasa disebut "masuk angin", yang timbul karena masuk angin atau kelelahan fisik. Baik masuk angin atau flu infeksi bakteri, anda bisa mengobati diri sendiri, jika anda malas mengantre ke dokter. Dengan modal koin yang tidak tajam, dan balsem, "pengerokan" dilakukan istirahat cukup, menghindar air. Beberapa hari berikutnya anda sudah bisa berjoging, bermain bola basket, dan bekerja lagi.

Masuk angin tidak menular, silahkan minum wedang jahe, bercengkrama dengan anggota keluarga tidak masalah. Infeksi karena mikroba bisa menular, atau sangat menular.

Dengan catatan anda tidak salah diagnosis sakit yang anda alaami. Sebaiknya ke dokter saja, karena jika salah diagnosis, ternyata sakit anda adalah Influenza, bahkan Covid-19, keterlambatan penanganan bisa menimbulkan kematian.


Penyakit flu yang disebabkan infeksi bakteri dan virus memang mirip. Kedua jenis infeksi tersebut masing-masing disebabkan oleh mikro organisme bakteri dan virus  dan bisa menular, dan menyebar dengan cara:

- Batuk dan bersin yang menyebar.
- Kontak dengan orang yang terinfeksi, terutama melalui ciuman dan seks.
- Kontak dengan permukaan, makanan, dan air yang terkontaminasi.
- Kontak dengan makhluk yang terinfeksi, termasuk hewan peliharaan, ternak, dan serangga seperti kutu.

Mikroba juga dapat menyebabkan:

- Infeksi akut, yang berumur pendek.
- Infeksi kronis, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau seumur hidup.
- Infeksi laten, yang mungkin tidak menyebabkan gejala pada awalnya tetapi dapat aktif selama beberapa bulan dan tahun.
- Infeksi bakteri dan virus, dapat menyebabkan penyakit ringan, sedang, dan berat.

Sepanjang sejarah, jutaan orang telah meninggal karena penyakit seperti wabah pes atau Black Death, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, dan cacar, yang disebabkan oleh virus variola. Baru-baru ini, infeksi virus bertanggung jawab atas dua pandemi besar: epidemi “flu Spanyol” tahun 1918-1919 yang menewaskan 20-40 juta orang, dan anda mungkin sudah mngenal epidemi HIV / AIDS yang berkelanjutan yang menewaskan sekitar 1,5 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2013 saja. Padahal virus HIV cukup sulit ditularkan, tidak seperti virus sars-cov-2 atau yang kita kenal dengan virus korona. Flu Covid-19 tidak dinamakan flu china atau virus china oleh WHO, karena dapat menyebarkan kebencian.

Infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan gejala yang sama seperti batuk dan bersin, demam, radangan, muntah, diare, kelelahan, dan kram  yang sebenarnya sistem kekebalan tubuh mencoba membersihkan tubuh dari organisme yang menular. Tetapi infeksi bakteri dan virus berbeda dalam banyak hal penting lainnya, kebanyakan disebabkan oleh perbedaan struktural organisme dan cara mereka merespons obat.

Perbedaan Antara Bakteri dan Virus
Meskipun bakteri dan virus keduanya terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop,ukuran virus lebih kecil, jika virus seukuran hape nokia 3310 maka bakteri seukuran rumah mewah 2 tingkat.

Bakteri adalah makhluk sel tunggal yang relatif kompleks, banyak dengan dinding yang kaku, dan selaput karet tipis yang mengelilingi cairan di dalam sel. Mereka dapat mereproduksi sendiri, artinya bisa berkembang biaka layaknya makhluk hidup lain. Catatan fosil menunjukkan bahwa bakteri telah ada selama sekitar 3,5 miliar tahun, dan bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan yang berbeda, termasuk panas dan dingin yang ekstrem, limbah radioaktif, dan tubuh manusia.

Namun, virus yang lebih kecil, bahkan virus terbesarpun masih lebih kecil ketimbang bakteri terkecil. Struktur tubuh virus hanyalah lapisan protein dan inti materi genetik, baik RNA atau DNA. Tidak seperti bakteri, virus tidak dapat bertahan hidup tanpa inang. Mereka hanya bisa bereproduksi dengan menempelkan diri ke sel. Dalam kebanyakan kasus, mereka memprogram ulang sel untuk membuat virus baru sampai sel meledak dan mati. Dalam kasus lain, mereka mengubah sel normal menjadi sel ganas atau kanker.

Sebagian besar bakteri tidak berbahaya, dan beberapa benar-benar membantu dengan mencerna makanan, menghancurkan mikroba penyebab penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi penting. Kurang dari 1% bakteri menyebabkan penyakit pada manusia.

Tidak seperti bakteri, kebanyakan virus memang menyebabkan penyakit, dan mereka cukup spesifik tentang sel-sel yang mereka serang. Misalnya, virus tertentu menyerang sel-sel di hati, sistem pernapasan, atau darah. Dalam beberapa kasus, virus menargetkan bakteri. Itulah mengapa program jahat komputer disebut virus, bukan bakteri.

Diagnosis Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus

Jika anda bukan dokter sebaiknya anda ke dokter, bahkan jika dokter sakitpun akan mencari dokter lain. Jika anda yakin sakit yang anda alami cuma masuk angin, maka cukup dikerok ditambah minum jamu maka akan sembuh, amin.

Jika diperlukan maka dilakukan tes darah, atau tes lain yang mana mengikuti perkembangan teknologi.

Pengobatan Infeksi Bakteri dan Virus

Penemuan antibiotik untuk infeksi bakteri dianggap sebagai salah satu terobosan paling penting dalam sejarah medis. Sayangnya, bakteri sangat mudah beradaptasi, dan penggunaan antibiotik yang berlebihan telah membuat banyak dari mereka kebal terhadap antibiotik. Bakteri jahat juga "pintar" susah diatasi, tetapi ada yang lebih susah lagi.

Antibiotik tidak efektif melawan virus, dan banyak organisasi terkemuka sekarang merekomendasikan untuk TIDAK menggunakan antibiotik kecuali ada bukti yang jelas tentang infeksi bakteri. Jika virus tergantung pada inang/host bakteri tertentu, ya kita bunuh bakterinya, virus akan ikut mati, konsepnya begitu, tetapi jangan berkesperimen sendiri, ini urusan nyawa.

Sejak awal abad ke-20, vaksin telah dikembangkan. Vaksin telah secara drastis mengurangi jumlah kasus baru penyakit virus seperti polio, campak, dan cacar air. Selain itu, vaksin dapat mencegah infeksi seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan lainnya.

Virus lebih sulit diatasi dan sepertinya lebih "pintar", terutama karena virus relatif kecil dan jika berkembang biak di dalam sel. Untuk beberapa penyakit virus, seperti infeksi virus herpes simpleks, HIV / AIDS, dan influenza, obat antivirus telah tersedia. Tetapi penggunaan obat antivirus telah dikaitkan dengan pengembangan mikroba yang resistan terhadap obat. untuk NOVEL COV-19 sendiri sayangnya, masih dalam riset, dan tidak ada solusinya, artinya sangat mematikan. Jangan mengimani statistik dulu, karena virus yang berasal dari Wuhan (dugaaan kuat karena pertama kali wabah disini) ini relatif baru, di Singapore tingkat kematian 0% di Saudi Arabia 0%, Di tempat lain seperti Italia dan China sendiri sangat tinggi. Tapi kita menyusul dari belakang bak mobil balap FORMULA SATU yang ikut balapan BECAK. Singapore Philiphina, Vietnam, dan beberapa negara lain yang sudah terjangkit, tingkat kematiannya sudah di salip oleh Indonesia. WHO dan dunia sudah berteriak supaya menutup perbatasan, Indonesia tidak akan sanggup. Virus ini sudah sangat canggih, tidak peduli dengan apapun, yang penting manusia, maka SEMUA bisa tertular. Mulai dari iklim tropis sampai greenland.

Kesimpulan:

- Masuk angin minum ... atau dikerok atau istirahat, ke dokter aja dah.
- Flu berat, jika infeksi bakteri, anda 99%  masih bisa ngopi seperti sedia kala, setelah sembuh.
- Influenza, mematikan, tentu anda harus ditangani dokter.
- Covid-19 lebih mematikan dari Influenza, terutama di Indonesia.
Fasilitas kesehatan belum siap, memang reaksi penderita bermacam-macam, ada yang tidak sakit sama-sekali.

Tapi bagaimana jika orang yang anda sayangi terjangkit virus, dan andalah yang membawa virusnya! Bayangkan Dosa yang anda tanggung karena KETIDAK-PEDULIAN anda membawa petaka bagi banyak orang. 

- Nasi kucing dan iklim tropis tidak bisa membendung virus ini, jamu-jamuan seperti kunyit, jahe, temulawak memang kita perlukan untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh, tapi..

DI RUMAH AJA

lawan virus corona
lawan virus corona Siaga Virus Corona

No comments for "Flu Karena Bakteri Dikerok Sembuh, Influenza Mematikan, COVID-19 Lebih Parah Lagi"

Berlangganan via Email