Cara Mendapatkan Sertifikasi Guru Jalur PPG - Pedoman Terbaru

sertifikasi jalur PLPG

Untuk menjadi guru profesional kita harus diakui oleh negara dengan sebuah sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan), contohnya Universitas Negeri Yogyakarta. Guru disela-sela kesibukannya mendidik anak bangsa, harus meluangkan waktu, energi dan uang, serta meninggalkan keluarga tercinta mengikuti beberapa alur tahapan sesuai ketentuan pemerintah. Sekarang pemerintah hanya membuka jalur PPG (Pendidikan Sertifikasi Guru), menggantikan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), Portofolio, dan Keahlian Ganda. Dan tentunya akan mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG)

Mengapa pemerintah merubah PLPG menjadi PPG, yang menurut pengalaman, rekan-rekan kami yang berprofesi guru, lebih setuju dengan PLPG karena dianggap lebih efisien, karena pemerintah mengimplimentasikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru pasal 66, yaitu:


  • Bagi Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualilikasi akademik S-l/D-IV tetapi belum memperoleh Sertilikat Pendidik dapat memperoleh Sertifikat Pendidik melalui pendidikan profesi Guru.
  • Pendidikan profesi Guru dimaksud pada ayat (1) dibiayai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat.
  • Ketentuan mengenai tata cara memperoleh Sertifikat Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.
  • Program Pendidikan Profesi Guru yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah (Permenristekdikti No. 55/2017 Pasal 1 butir 5)

Sedangkan bentuk  dari diklat PPG dalam jabatan adalah seperti kuliah 2 semester yang setara dengan 24 SKS, dengan cakupan materi Akademik Kompetensi Dasar Pedagogik, Profesional, Sosial, dan Kepribadian Bakat, Minat, Kepribadian, dan Kesamaptaan.

Para Guru diharuskan mengikuti pembekalan awal PPG, yaitu dengan mengikuti:

  • Lokakarya Pengembangan Perangkat Pembelajaran disertai penguatan substansi materi yang diajarkan.
  • Latihan Mengajar Terbatas.
  • Penguatan kompetensi sosial dan kepribadian.
  • Program Praktik lapangan (PPL), yaitu praktik mengajar mandiri dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
  • Praktik Penelitian Tindakan Kelas; serta
  • Uji Kompetensi
Untuk soal-soal persiapan bisa di cek di : halaman ini
Penyaringan calon peserta PPG dalam jabatan ini dimulai pada akhir tahun 2017. Berbeda dengan penyaringan PLPG yang ada di tiap tahun, Penyaringan calon peserta PPG ini berlaku tidak hanya untuk pelaksanaan tahun 2018 saja, namun juga untuk tahun berikutnya yakni 2019 . Antrian pemanggilan sertifikasi guru, kami belum mendapatkan formulanya, jadi terkadang ada guru yang sudah memenuhi syarat dan lulus pretest di tahun 2017, namun ketika tahun 2018, belum dipanggil, justru guru yang lulus prestes di tahun 2018, mulai mengikuti PPG. Proses mendapatkan sertifikat pendidik di tempuh setelah para guru memenuhi persyaratan yang ada, dan juga tergantung ketersediaan kuota yang ada. Berikut Alur PPG terbaru:

alur sergur ppg

Sesuai dengan surat dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, pembukaan seleksi calon peserta PPG tahun 2018 sudah dibuka mulai tanggal 1 November 2017 dan awal oktober 2019 ini. Para guru bisa masuk ke laman app.simpkb.id dengan menggunakan PKB/ Guru Pembelajar Online) dan melakukan pendaftaran sebagai calon peserta. user id masing-masing (sesuai id pribadi Sim PKB masing-masing). Secara lengkap alur sertifikasi guru melalui jalur PPG adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftaran Online melalui Sim PKB
  2. Pre Test (TPA, Bidang Studi, Pedagogik, Bakat Minat)
  3. Pengumuman Hasil Pretest di Laman GTK
  4. Calon Mengirimkan Berkas ke Dinas Pendidikan
  5. Verifikasi Berkas oleh Dinas Pendidikan dan LPMP
  6. Penempatan Peserta di LPTK untuk Verifikasi Ijasah
  7. Verifikasi Berkas Ijazah oleh LPTK Penyelenggara PPG
  8. Pelaksanaan PPG (Daring)
  9. Lapor Diri, workshop PPG, Pelaksanaan PPL hingga UTN

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) adalah lembaga yang menghasilkan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang akan melaksanakan PPG. Yang termasuk LPTK adalah IKIP, FKIP, dan STKIP di bawah pengawasan Kementerian Riset dan Pendidikan TInggi. Jumlah LPTK negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2018 berjumlah sekitar 420-an

sergur kemdikbud

Persyaratan Mengikuti Sertifikasi Guru jalur PPG:

Sebelumnya kami katakan, meskipun informasi ini sudah kami validasi, namun ada baiknya bapak ibu guru, berkomunikasi dengan pihak dinas pendidikan di tempat bapak ibu.


  1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV).
  2. Guru Dalam Jabatan atau pegawai negeri sipil yang mendapatkan tugas mengajar yang sudah diangkat sampai dengan akhir tahun 2015.
  3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  4. Terdaftar pada Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Berusia setinggi-tingginya 58 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2017.
  6. Berkualifikasi akademik Sarjana/Diploma Empat yang sesuai dengan bidang studi pada PPG yang akan diikuti.
  7. Bebas Napza.
  8. Sehat jasmani dan rohani (jiwa).
  9. Berkelakuan baik.

Sedangkan untuk persyaratan dokumennya ialah:


  1. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi oleh Perguruan Tinggi yang mengeluarkan Ijazah, Kopertis, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi, atau Notaris.
  2. Fotokopi SK Pengangkatan Pertama dan 5 (lima) tahun terakhir bagi: Guru PNS dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi;
  • PNS yang ditugaskan sebagai Guru dari Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi;
  • Guru GTY dari Yayasan sebagai Guru Tetap Yayasan paling sedikit 2 tahun terakhir secara berturut-turut dilegalisasi oleh Ketua Yayasan;
  • Guru bukan PNS di sekolah negeri dari Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi;
3.Bukti pemenuhan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka bagi guru bukan PNS di sekolah negeri dari Kepala Sekolah;
4. Surat izin untuk mengikuti program PPG:
- Bagi PNS diperoleh dari Pejabat yang berwenang
- Bagi GTY diperoleh dari Ketua Yayasan
- Bagi guru bukan PNS di sekolah negeri diperoleh dari Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan
5. Surat keterangan Bebas Napza dari BNN atau yang berwenang;

6. Surat keterangan Sehat jasmani dan rohani (jiwa) dari dokter rumah sakit pemerintah;

7. Surat keterangan Berkelakuan baik dari kepolisian.

Sekian dan semoga bapak ibu segera mendapatkan sertifikasi pendidik, bagi yang belum, serta mendapatkan rezeki yang halal dan barokah, aamiin.
Liam Hillman
Liam Hillman Siaga Virus Corona

No comments for "Cara Mendapatkan Sertifikasi Guru Jalur PPG - Pedoman Terbaru"

Berlangganan via Email