Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahun 2021 adalah tahunnya vaksinasi global | Apakah Indonesia bisa sukses?

 

vaksinasi corona


Lelah sebetulnya membahas pandemi covid-19 ini, setelah berbagai cobaan yang menimpa negeri ini dan seluruh dunia, pun penyakit ini belum juga enyah dari negeri pertiwi. Segala usaha sudah dilakukan (kecuali lockdown) baik itu melaksanakan protokol kesehatan, memblokir penerbangan (Walaupun terlambat, dan salah urus), dan usaha swadaya masyarakat sendiri. Klorokuin yang asalnya hoax namun akhirnya akhirnya menjadi tidak hoax di situs kominfo, sempat dibeli oleh pemerintah, bahkan dijemput oleh menteri pertahanan, namun hilang begitu saja. 

Vaksinasi ini adalah jawaban final untuk menumpas wabah covid-19 di Indonesia, setelah menampikkan pilihan-pilihan lain dengan berbagai pertimbangan terutama keuangan. Pilihan itu diantaranya adalah "lockdown" yang sukses dilaksanakan oleh RRC, Vietnam, dan New Zealand. Walaupun pelaksanaannya secara teknis berbeda, namun mereka adalah contoh sukses penanganan covid-19.

Kembali ke vaksin, dengan penelitian yang singkat, untuk ukuran vaksin, bioNTech-pfizer berhasil mengembangkan vaksin yang efektif diatas 90% demikian juga moderna dan beberapa merk lain. Yang istimewa adalah biofarma yang sudah dicoba oleh  Gubernur Jawa Barat yang Gagah berani, Bapak Ridwan Kamil yang biasa dipanggil Kang Emil. 

Namun itu semua tidak menarik minat pemerintah, mungkin pemerintah mempunyai informasi intelejen sendiri atau menggunakan mata batin, pemerintah membeli dan berencana untuk melaksanakan vaksinasi masal dengan dengan vaksin SINOVAC. Sebetulnya Indonesia tidak sendiri, ada Brazil yang menemani untuk nekad mebeli vaksin ini dengan minim data level 3, atau bahkan tidak ada data empiris. Brazil sudah menangguhkan vaksin jenis ini.

Mahal!!! ya vaksin buatan perusahaan asal RRC ini mahal, siapa sangka harganya lebih mahal dari Pfizer yang buatan USA. Mungkin anda menyangka pemerintah membeli vaksin ini karena murah, ternyata tidak. Perusahaan ini sebetulnya juga bermasalah di dalam negerinya sendiri Tongkok. Dari berbagai merk vaksin tirai bambu, tentu pemerintah punya pertimbangan sendiri, yang saya masih belum tau.

Skala prioritas! Tentu, seharusnya pemerintah sudah bisa menentukan jajaran pertama yang akan di vaksinasi, seperti presiden dan jajarannya, tenaga kesehatan, garda depan pelayanan publik, militer, orang-orang yang rentan, dan sebagainya.

Kepercayaan! Saya tidak mau, meskipun gratis, tidak usah berusaha menjelaskan fungsi dan manfaat vaksinasi kepada kami generasi 70, 80, dan 90-an karena kami sudah kenyang makan vaksinasi. Saya kepengen beli secara mandiri merk bioNTech-Pfizer, kalau sinovac silahkan skala prioritas mencobanya dulu, setelah paling tidak 3 bulan efektifitas dan minimnya efek samping sudah teruji, baru kami agak meliriknya.

Namun apapun itu, saya sebagai rakyat kecil tentu cuma bisa merintih dan berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir. Apapun langkah pemerintah akan saya dukung dan bantu, asal demi kemaslahatan masayarakat banyak.  

Tambahan, negara yang sukses selain yang saya sebutkan diatas adalah Mongolia dan Uni emirat Arab, mereka sukses dengan cara yang serupa tapi tak sama. Mongolia sukses dengan behavior yang solid, UAE dengan ketegasan dan finansial, juga disiplin, kedua negara tadi punya itu .

bangluq
bangluq Siaga Virus Corona

Posting Komentar untuk "Tahun 2021 adalah tahunnya vaksinasi global | Apakah Indonesia bisa sukses?"